Rabu, 05 September 2012

Perang Dunia 2



Tentu kalian pernah mendengar kata Perang Dunia bukan? Apakah yang kalian
bayangkan ketika mendengar kata tersebut? Apakah seluruh penduduk saling
bertempur dalam waktu yang bersamaan? Tentu sangat mengerikan, bukan Yang
dimaksud Perang Dunia bukan karena seluruh penduduk dunia bertempur, tetapi
pengaruh atau akibat perang tersebut dirasakan oleh seluruh masyarakat di dunia,
termasuk Indonesia. Pada awal PD II, Jepang berhasil merebut daerah jajahan Sekutu
termasuk Indonesia. Akibatnya Indonesia dijajah oleh Jepang. Bagaimanakah
kehidupan rakyat Indonesia saat dijajah Jepang Apakah kehidupan rakyat lebih baik
atau semakin menderita? Pada akhir PD II Jepang mulai mengalami kekalahan dan
memberi janji kemerdekaan kepada rakyat Indonesia. Apa tujuan Jepang tersebut?
Bagaimana bangsa Indonesia menyikapinya? Agar lebih jelas pelajarilah materi berikut.
I. PERANG DUNIA
A. Latar Belakang Perang Dunia II
Keadaan politik internasional menjelang
Perang Dunia II menyerupai keadaan tahun 1900-
1914 sebelum Perang Dunia I. Ada yang
menyatakan bahwa Perang Dunia II merupakan
lanjutan Perang Dunia I. Perang Dunia I
merupakan balas dendam Perancis terhadap
Jerman karena dipermalukan dalam
kekalahannya ketika kalah perang tahun 1870-
1871. Selain itu dalam masalah industri, Jerman
juga bersaing dengan Inggris. Dengan
persaingan-persaingan itu maka terbentuklah
persekutuan militer (aliansi). Ada dua persekutuan, yakni Triple Alliantie yang
kemudian dikenal dengan “Blok Sentral” yang terdiri atas Jerman, Austria dan Italia.
Sedangkan Triple Entente yang kemudian disebut “Blok Sekutu” yang terdiri atas
Perancis, Inggris, Rusia dan lain-lain.

Perjanjian Versailles
Pada tanggal 1 Agustus 1914 Jerman mengumumkan perang kepada Rusia dan
disusul Perancis mengumumkan perang kepada Jerman tanggal 3 Agustus 1914.
Kemudian tanggal 4 Agustus Inggris mengumumkan perang kepada Jerman.
Selanjutnya berkecamuklah perang yang hampir melibatkan seluruh dunia dikenal
dengan Perang Dunia I. Perang ini berakhir dengan kekalahan Jerman yang
menyerah pada tanggal 11 November 1918. Sebagai pihak yang kalah, Jerman
harus membayar ganti rugi kepada Sekutu dengan dikuatkan dalam Perjanjian
Versailles pada tahun 1919. Kekalahan Jerman dengan telak ini memberi
kesempatan kepada Adolf Hitler membangkitkan bangsanya untuk melakukan
balas dendam kepada Perancis. Adolf Hitler mengembangkan fasisme dan
kemudian memulai Perang Dunia II dengan menyerbu Polandia pada tanggal di
kota Danzig pada tanggal 1 September 1939. Peristiwa itulah yang menjadi sebab
langsung terjadinya Perang Dunia II.
1. Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia II
a. Lahirnya Negara-negara Fasis
Situasi Eropa menjelang PD II tidak jauh berbeda dengan situasi menjelang
PD I. Suasana diliputi ketegangan dan keinginan balas dendam, terutama
negara-negara yang kalah perang. Mereka dirugikan oleh perjanjianperjanjian
yang dibuat oleh blok Sekutu. Pada umumnya negara-negara
yang terlibat perang mengalami kehancuran ekonomi. Untuk itu mereka
berusaha bangkit dengan cara yang diktator dan mengembangkan paham
ultranasionalisme. Dari paham ultranasionalisme tersebut lahir negara-negara
fasis. Negara-negara fasis yang muncul yaitu Jerman, Italia, dan Jepang.
1) Fasisme di Jerman
Paham NAZI Jerman didasarkan pada buku karya Hitler yang berjudul
Mein Kampf (Perjuangan Saya). Buku karya Hitler tersebut memuat ajaranajaran
sebagai berikut:
a) Nasionalisme yang bersumber pada kebangsaan.
b) Kepentingan umum berada di atas kepentingan pribadi dan
kepentingan negara berada di atas segala-galanya.
c) Bangsa Jerman merupakan bangsa terhormat, tertinggi derajatnya
dan harus memerintah semua bangsa.
Pada tahun 1919 Adolf Hitler mendirikan Partai Buruh Jerman (Deutsche
Arbeiter Partij) yang kemudian berubah
menjadi National Sozialische Deutsche
Arbeiter Partij (NSDAP) atau yang lebih
dikenal sebagai Partai NAZI. Paham NAZI
juga mendudukkan kepentingan negara di
atas segalanya (fasis). NAZI juga
membanggakan ras Nordic sebagai ras
yang paling unggul. Dalam buku Mein
Kampf juga disebutkan, bahwa Hitler
bermaksud menghancurkan republik,
melenyapkan demokrasi, dan menyapu
bersih serikat-serikat kerja komunis dengan
menempatkan diri sebagai fuhrer (diktator
tertinggi di Jerman). Sebab-sebab lahirnya

NAZI Jerman adalah sebagai berikut :
a) Kenangan kejayaan masa lalu.
b) Kesulitan ekonomi yang melanda Jerman.
c) Sistem pemerintahan yang dianggap lemah.
Jerman menganut paham Chauvinisme yaitu paham yang
menganggap dirinya lebih unggul dari ras lainnya. Selain itu juga
menganut totaliterisme yaitu paham yang melaksanakan prinsip bahwa
semua diutus oleh negara. Rakyat tidak me-miliki kebebasan. Berikut ini
beberapa tindakan yang dilakukan Hittler untuk mewujudkan kejayaan
Jerman:
a) Menolak isi Perjanjian Versailes.
b) Membangun angkatan perang yang kuat.
c) Mengobarkan semangat anti-Yahudi dengan membunuh dan
mengusir orang-orang Yahudi.
d) Membangun hubungan kerja sama politik dan militer dengan Jepang
dan Italia (Poros Roberto).
e) Membentuk polisi rahasia yang disebut Gestapo.
Seiring dengan perkembangan yang dialaminya, Jerman mulai berani
melakukan politik ekspansi kembali. Jerman melaksanakan politik
Lebensraum (ruang untuk hidup) yaitu gagasan perluasan wilayah melalui
perang. Misalnya dengan menduduki Austria dan Cekoslovakia.
2) Fasisme di Italia
Fasisme adalah paham yang meletakkan kepentingan negara di atas
segalanya. Ajaran fasis semula diajarkan oleh Gentille. Fasisme juga
mengajarkan bahwa pikiran manusia
sanggup menciptakan apa saja yang
nyata. Hanya perbuatan nyatalah yang
akan mampu memperbaiki keadaan,
termasuk keadaan suatu negara. Oleh
karena itu, Italia akan mencapai kejayaan
jika diupayakan melalui perbuatan nyata.
Kalian tentu masih ingat bukan
mengapa Italia pindah ke blok Sekutu Italia
adalah salah satu negara pemenang
dalam Perang Dunia I. Meskipun menang,
Italian merasa kecewa sebab tuntutannya
dalam Perjanjian Versailes tidak terpenuhi.
Karena kekecewaannya tersebut, Italia
mulai bangkit di bawah pimpinan Benito Mussolini. Italia berkembang
menjadi negara fasis. Faktor-faktor pendorong berkembangnya fasisme di
Italia adalah sebagai berikut :
a) Kenangan kejayaan masa lalu, yaitu zaman Romawi.
b) Ketidakpuasan masyarakat terhadap keadaan yang ada.
c) Sistem pemerintahan yang dianggap tidak sesuai, kaum fasis
menghendaki sistem terpimpin.
Dalam Perang Dunia I, Italia sebenarnya termasuk negara pemenang.
Akan tetapi, keadaan ekonomi Italia setelah perang sangat buruk.

Kemiskinan merajalela. Dalam kondisi demikian meletus pemberontakan
komunis, sehingga makin memperburuk keadaan. Di tengah-tengah
kesulitan tersebut, tampillah tokoh berpaham fasis yang bernama Benito
Mussolini. la bercita-cita memperbaiki kehidupan bangsa Italia dengan
perbuatan nyata. Pada tahun 1919 Mussolini mendirikan Partai Fasci
Italiani yang kemudian disebut Partai Fasis. Untuk mengatasi
pemberontakan komunis, Mussolini menghimpun fasci (pasukan sukarela).
Pada tahun 1921 dengan dibantu orang-orang bermodal, Mussolini
berhasil memadamkan gerakan buruh di Italia Utara. Pada pemilu tahun
1923, Partai Fasis memperoleh kemenangan. Berawal dari
kemenangan tersebut, maka Mussolini berkesempatan tampil sebagai
penguasa tunggal di Italia dan menerapkan fasisme dalam
pemerintahan.
Pada tahun 1925 Benito Mussolini berhasil menggulingkan kekuasaan
Raja Vector Emanuel. Pada tahun itu pula Mussolini membubarkan Partai
Komunis dan Partai Sosialis. Dengan demikian Mussolini dapat berkuasa
penuh di Italia, dengan sebutan Il Duce (Sang pemimpin). Berikut ini
usaha-usaha Benito Mussolini untuk mengembangkan fasisme di Italia:
a) Mengobarkan semangat Italia Irredenta untuk mempersatukan
seluruh bangsa Italia.
b) Memperkuat angkatan perang.
c) Menguasai seluruh Laut Tengah sebagai Mare Nostrum atau Laut Kita.
d) Menduduki Ethiopia dan Albania.
3) Fasisme di Jepang
Munculnya fasisme Jepang tidak dapat dipisahkan dari Restorasi Meiji.
Berkat Restorasi Meiji, Jepang berkembang menjadi negara industri yang
kuat. Majunya industri tersebut membawa Jepang menjadi negara
imperialis. Jepang menjadi negara fasis dan
menganut Hakko I Chiu. Fasisme di Jepang
dipelopori oleh Perdana Menteri Tanaka, masa
pemerintahan Kaisar Hirohito dan dikembangkan
oleh Perdana Menteri Hideki Tojo. Untuk
memperkuat kedudukannya sebagai negara
fasis, Kaisar Hirohito melakukan beberapa hal
berikut:
a) Mengagungkan semangat bushido.
b) Menyingkirkan tokoh-tokoh politik yang anti
militer.
c) Melakukan perluasan wilayah ke negaranegara
terdekat seperti Korea, Manchuria, dan Cina.
d) Memodernisasi angkatan perang.
e) Mengenalkan ajaran shinto akko I Chiu yaitu dunia sebagai satu
keluarga yang dipimpin oleh Jepang.
Berkembangnya negara-negara fasis seperti Italia, Jerman, dan Jepang
membuat situasi politik di kawasan Eropa semakin menghangat, dan diwarnai
dengan ketegangan yang mendorong terjadinya Perang Dunia II.

b. Kegagalan Liga Bangsa
Liga Bangsa
mampu mencegah pertikaian
yang terjadi, khususnya di Eropa. LBB
dianggap telah gagal dalam menegakkan
tujuannya sebagai organisasi dunia. Oleh
karena itu, negara
kecil tidak lagi menaruh hara
organisasi itu. Banyak negara mencari jalan
sendiri-sendiri untuk membela diri. Oleh
karena itu, tidak mengherankan jika negara
berlindung pada negara
c. Terjadinya perlombaan senjata
Konferensi perlu
Genewa dan Washington yang bertujuan
untuk mengurangi ketegangan akibat
meningkatnya kekuatan tempur yang tak
terkendalikan telah gagal. Hal itu
menyebabkan perasaan saling curiga
antara negara yang satu dengan negara
yang lain kembali ber
itu, setiap negara berusaha
mempersenjatai dan meningkatkan
kemampuan tempur masing
d. Terbentuknya kembali persekutuan
Karena selalu dihantui perasaan sali
berusaha untuk memperkuat dirinya masing
kawan sebanyak mungkin. Keadaan itu
mendorong terbentuknya persekutuan
persekutuan (aliansi politik) yang saling
bertentangan. Menjelang pecah Perang
Dunia II, di Eropa terbentuk kembali dua
aliansi yang saling bermusuhan. Kedua
aliansi itu adalah Blok Jerman dan Italia
dengan paham fasis dan Blok Perancis dan
Inggris dengan paham demokrasinya.
Selain itu, ada juga Blok Rusia dengan
paham komunisnya. Pad
Agustus 1939, Rusia mengadakan pakta
nonagresi atau perjanjian untuk tidak saling
menyerang dengan Jerman. Oleh karena
itu, Sekutu mencurigai Rusia sebagai salah
satu negara Sentral.
e. Timbul imperialisme baru (politik ekonomi)
Beberapa negara y
mengatasi krisis politik dan ekonominya dengan sistem ekonomi terpimpin,
kemudian tumbuh menjadi negara ultranasional yang menjalankan
Bangsa-Bangsa (LBB)
Bangsa-Bangsa ternyata tidak
pertikaian-pertikaian
negara-negara besar maupun
harapan pada
negara-negara kecil lebih suka
negara-negara yang lebih besar.
perlucutan senjata diberkobar. Oleh karena
masing-masing, sehingga terjadi perlombaan senjata.
persekutuan-persekutuan politik (aliansi politik)
saling curiga, maka setiap negara terus
masing-masing dengan jalan mencari banyak rong persekutuanpersekutuan dunia Pada tanggal 21
yang telah berhasil

imperialisme gaya baru. Negara-negara itu antara lain Jepang dengan
semboyannya “Hakko Ichi-U”, Jerman dengan semboyannya “Lebensraum”,
dan Italia dengan semboyannya “Italia Irredenta”. Negara-negara ini merasa
berhak dan berkewajiban untuk memimpin dan menguasai bangsa lain.
Dengan anggapan itulah, mereka melaksanakan imperialisme gaya baru
mereka.
f. Munculnya semangat balas dendam
Perjanjian Versailles membebani Jerman dengan berbagai kewajiban
yang tidak mungkin dilaksanakan. Pihak Sekutu seenaknya menentukan nasib
Jerman setelah Perang Dunia I. Hal itu menyebabkan timbulnya rasa dendam
di kalangan bangsa Jerman. Dendam dan keinginan untuk membalas
kekalahan serta penghinaan bangsa Jerman itu, terutama ditujukan kepada
Inggris dan Perancis. Oleh karena itu, setelah memimpin Jerman, Adolf Hitler
segera membangun kembali angkatan perangnya. Pada tahun 1935, Hitler
mengadakan wajib militer. Tidak hanya itu, pada tanggal 16 Maret 1935, Adolf
Hitler menyatakan bahwa Perjanjian Versailles tidak berlaku lagi.
g. Berkembangnya paham nasionalisme yang sempit
Untuk membangkitkan semangat nasionalisme yang tinggi dan
mendorong bangsanya melakukan pembalasan serta membuktikan bahwa
Jerman adalah bangsa nomor satu di dunia, Hitler mengembangkan paham
nasionalisme yang sempit. Menurut Hitler, bangsa Jerman atau ras Aria adalah
bangsa superior yang ditakdirkan Tuhan untuk memimpin bangsa lain. Paham
nasionalisme itu akhirnya mendorong Jerman melancarkan politik ekspansi
untuk menaklukkan negara-negara lain.
2. Sebab Khusus Perang Dunia II
a. Di Eropa, serangan kilat
(blitzkrieg) Jerman ke Polandia
pada tanggal 1 September
1939. Serbuan ini dimaksudkan
untuk menguasai Danziq. Pada
tanggal 3 September 1939,
Inggris dan Prancis yang merasa
turut bertanggung jawab atas
Danzig mengumumkan perang
terhadap Jerman.
b. Di Asia Pasifik, serbuan Jepang
terhadap pangkalan Angkatan
Laut Amerika Serikat di Pearl
Harbour pada tanggal 7
Desember 1941.
Uni Soviet yang merasa
keamanannya terancam, segera
menyerbu Polandia dari arah Timur. Pada tanggal 3 September 1939 Inggris dan
Prancis menyatakan perang terhadap Jerman. Dalam perkembangannya
melibatkan banyak negara.

B. Kronologi Perang Dunia II
1. Medan Eropa (1939—1945)
a. Front Eropa Barat
Perang di Eropa Barat ini merupakan tahapan
pertama dari Perang Dunia II. Negara-negara Sentral
yang dipimpin oleh Jerman bertindak ofensif. Jerman
melakukan serangan kilat (blitz kreig) menyerbu
Denmark, Norwegia, Belanda, dan Luxemburg. Ke
arah Selatan, Jerman menyerbu Prancis lewat
belakang daerah pertahanan Maginot. Jerman
berhasil menguasai setengah wilayah Prancis
termasuk kota Paris. Prancis terpaksa menyerah di
kota Compiegne.
b. Front Eropa Timur
Diawali dengan penyerbuan
Jerman ke Danzig, Polandia pada
tanggal 1 September 1939. Hampir
semua negara-negara di Eropa
Timur mendukung Jerman kecuali
Yugoslavia. Di bawah pimpinan
Joseph Bros Tito, Yugoslavia
mengadakan perlawanan gerilya
yang menyulitkan Jerman.
c. Front Eropa Tenggara
Jerman di bawah pimpinan
Erwin Rommel memulai serangan
dari Rumania menuju Balkan.
Jerman yang sudah berhasil menguasai Balkan bergerak ke Selatan dalam
upaya menguasai Terusan Suez.
2. Medan Asia Pasifik (1941—1945)
Di front ini pertempuran terjadi antara Jepang melawan Amerika Serikat,
Inggris, Belanda, Cina,
Kanada, dan Australia.
Setelah menyerbu
pangkalan Angkatan Laut
AS di Pearl Harbour pada
tanggal 7 Desember 1941,
secara kilat Jepang
menyerbu Filipina, Malaya,
dan Indonesia. Dengan
didukung oleh persenjataan
modern dan moral pasukan
yang sangat tinggi, Jepang
secara menakjubkan
berhasil mengusir Prancis
dari Indo China, Inggris dari

Burma dan Malaya, Amerika Serikat dari Filipina, dan Belanda dari Indonesia.
Pada bulan Januari 1942 Jepang mulai melakukan penyerbuan ke Indonesia
melalui jalur utara. Pada bulan itu pula dua kota minyak terpenting di Kalimantan,
yaitu Tarakan dan Balikpapan berhasil mereka kuasai. Pasukan Jepang kemudian
bergerak menuju Pontianak dan Palembang.
Pada bulan Februari 1942, dua kota penting tersebut nyaris jatuh ke tangan
Jepang. Dari utara Jepang melanjutkan serangannya ke selatan untuk
menghancurkan armada gabungan Sekutu di Laut Jawa. Usaha ini berjalan
dengan lancar. Gabungan kekuatan Sekutu yang bertahan mati-matian,
akhirnya tidak mampu menandingi kekuatan armada Jepang. Benteng
pertahanan Sekutu di Laut Jawa pun runtuh. Dengan hancurnya benteng
pertahanan sekutu di Laut Jawa, maka jalan untuk menghancurkan pusat
pertahanan Sekutu di Pulau Jawa telah terbuka. Kekuatan Sekutu di Jawa terdiri
atas gabungan pasukan Belanda, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia di bawah
komando Letnan Jendral H. Ter Poorten yang berkedudukan di Bandung.
Pada tanggal 1 Maret 1942,
Letnan Jenderal Hitosyi Imamura
mendaratkan pasukannya di tiga
tempat sekaligus, yaitu di Teluk Banten,
Eretan (Jawa Barat), dan di Kragan
(Jawa Tengah). Dari tiga tempat
tersebut pasukan Jepang terus
bergerak menuju sasaran-sasaran
penting. Pada tanggal 5 Maret l942
Jakarta berhasil dikuasai, menyusul
kemudian Bogor. Untuk menuju ke
kemenangan akhir, Jepang harus
terlebih dahulu mematahkan garis
pertahanan terakhir Sekutu di Ciater. Usaha ini pun ternyata berhasil dengan
gemilang. Benteng terakhir Belanda di Ciater berhasil dihancurkan Jepang.
Dengan demikian, tidak ada lagi penghalang bagi Jepang untuk melanjutkan
serangan ke inti pertahanan Belanda di Bandung dan Priangan. Setelah melalui
serangan akhir yang menentukan, Jepang akhirnya berhasil memaksa Belanda
menyerah tanpa syarat di Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942. Dalam acara serah
terima tersebut pihak Belanda diwakili oleh Letnan Jenderal Ter Poorten, sedang
Jepang diwakili oleh Letnan Jenderal Hitosyi Imamura. Hadir pula dalam serah
terima ini penguasa tertinggi Hindia Belanda Gubernur Jenderal Stachouwer.
Sejak itu, maka mulailah pemerintahan pendudukan Jepang di Indonesia.
3. Medan Afrika
Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria
memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika
Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral pada tanggal 23 Oktober 1942 di
Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal
Erwin Rommel menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka
Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat ditahan oleh Inggris di
bawah pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat di bawah Eisenhower pada
tanggal 12 November
1942. Datangnya bantuan
pasukan Amerika Serikat
membuat pertahanan
Jerman semakin rapuh.
Sejak 19 November 1942
Jerman kalah melawan
Rusia dalam pertempuran
di Stalingrad. Kemudian
Rusia menyerbu Polandia
dan Balkan. Rumania dan
Bulgaria menyerah.
Hongaria juga menyerah
pada tanggal 13 Februari 1945. Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil
menyerbu Berlin. Berlin diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat
terjadi di dalam kota Berlin, dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal
30 April 1945 Hitler bunuh diri. Pada tanggal 7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada
Sekutu tanpa syarat di Reims, Perancis.
C. Akhir Perang
1. Di Eropa
Di Eropa, Italia lebih dulu menyerah
kepada Sekutu. Gerakan anti fasis di Italia
membantu Sekutu mempercepat
kekalahan Italia. Mussolini ditangkap oleh
para penentangnya dan dihukum mati.
Bagaimana dengan Jerman? Pada bulan
Mei 1945 kota Berlin (Jerman) jatuh ke
tangan pasukan Uni Soviet. Pada tanggal 7
Mei 1945 Jerman, melalui Jenderal Gustav
dan Laksamana Hans George Von
Freedenberg, akhirnya menyerah tanpa syarat kepada Sekutu di Reinis, Prancis.
2. Di Asia Pasifik
Kemenangan Jepang yang dicapai Jepang pada
awal perang, ternyata tidak bertahan lama. Satu per
satu wilayah yang semula dikuasai Jepang berhasil
direbut kembali oleh Sekutu. Bahkan, serangan Sekutu
akhirnya mulai diarahkan ke wilayah Jepang. Puncak
serangan Sekutu terhadap Jepang terjadi pada tanggal
6 dari 9 Agustus 1945. Pada hari itu dua kota penting di
Jepang, yaitu Hiroshima dan Nagasaki, dibom oleh
Amerika Serikat. Selang beberapa hari kemudian, yaitu
tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyatakan menyerah
tanpa syarat kepada Sekutu. Dengan menyerahnya
Jepang, maka berakhirlah Perang Dunia II di Asia Pasifik
yang juga disebut Perang Asia Timur Raya. Berakhirnya Perang Dunia II diikuti
dengan penandatanganan berbagai perjanjian sebagai berikut:
a. Perjanjian Postdam
Perjanjian Postdam ditandatangani antara
Sekutu dan Jerman pada tanggal 2 Agustus
1945. Acara penandatanganan Perjanjian
Postdam dihadiri beberapa tokoh Sekutu,
antara lain, Truman dari Amerika Serikat dan
Stalin dari Rusia. Isi Perjanjian Postdam
sebagai berikut:
1) Jerman dibagi menjadi empat
pendudukan, yaitu:
a) Jerman Timur diduduki Rusia,
b) Jerman Barat diduduki oleh Amerika
Serikat, Inggris, dan Perancis.
2) Kota Berlin dibagi menjadi dua, Berlin Timur yang diduduki Rusia dan Berlin
Barat yang diduduki oleh Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.
3) Danzig diduduki Polandia.
4) Jerman harus mengurangi kekuatan militernya.
5) Penjahat perang harus dihukum.
6) Jerman harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.
7) Partai NAZI dihapus.
b. Perdamaian Paris
Perdamaian Paris ditandatangani antara Sekutu dan Italia pada bulan
Februari 1945. Adapun isinya adalah sebagai berikut:
1) Wilayah Italia diperkecil
2) Abessenia dan Albania dimerdekakan
3) Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil alih oleh Inggris.
4) Italia harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.
c. Perjanjian San Francisco
Perjanjian San Francisco ditandatangani antara Sekutu dan Jepang pada
tahun 1945. Adapun isi
Perjanjian San Fransisco adalah
sebagai berikut:
1) Untuk sementara Jepang
diperintah Amerika Serikat.
2) Bekas jajahan Jepang
diserahkan kepada Sekutu.
3) Penjahat perang harus
dihukum.
4) Jepang harus membayar
ganti rugi perang kepada
Sekutu.
D. Dampak Perang Dunia II
1. Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagai
berikut:
a. Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang
Dunia II tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).
b. Terjadinya perebutan pengaruh
antara Amerika Serikat dan Uni Soviet
yang menimbulkan Perang Dingin.
Jika keduanya berimbang terjadi
keseimbangan kekuatan (Balance of
Power Policy), walaupun perdamaian
diliputi ketakutan.
c. Nasionalisme di Asia berkobar dan
timbul negara-negara merdeka
seperti Indonesia (17 Agustus
1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan
Pakistan Dominion (15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari
1950, Birma (4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
d. Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan
kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, METO, dan SEATO.
e. Munculnya politik memecah belah negara, misalnya:
1) Jerman dibagi menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman
Timur.
2) Korea dibagi menjadi dua negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
3) Indo-Cina dibagi menjadi tiga negara, yaitu Laos, Kamboja, dan Indo-
Cina.
4) India dibagi menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan.
2. Bidang Ekonomi
Perang Dunia II menghancurkan
perekonomian negara-negara di dunia
kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat
menjadi pusat kekayaan dan kreditur dari
seluruh dunia. Untuk menanamkan
pengaruhnya di negara-negara Eropa dan
yang lain, Amerika Serikat melaksanakan
program. Misalnya Truman Doctrine (1947),
Marshall Plan (1947), Point Four Truman dan
Colombo Plan. Program-program ini
merupakan usaha untuk membendung
berkembangnya komunisme.
3. Bidang Sosial
Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban Perang Dunia II
PBB membentuk UNRRA (United Nations Relief Rehabilitation Administration).
Tugas UNRRA di antaranya sebagai berikut:
a. Memberi makan kepada orang-orang yang terlantar.
b. Mendirikan rumah sakit.
c. Mengurus pengungsi dan menyatukan dengan keluarganya.
d. Mengerjakan kembali tanah yang rusak.
4. Bidang Kerohanian
Setiap manusia
menginginkan perdamaian.
Berbagai upaya dilakukan
agar tercipta perdamaian
dengan membentuk
lembaga perdamaian.
Penderitaan yang
ditimbulkan akibat Perang
Dunia II menyadarkan
manusia akan akibat buruk
perang.
5. Dalam bidang organisasi
internasional
Karena manusia semakin menyadari
kekejaman akibat perang, maka semakin
menginginkan perdamaian. Untuk
PBB (United Nations Organization) pada tahun
1945. Selain itu lahir pula gerakan non blok
pada tahun 1961.
E. Pengaruh Perang Dunia II bagi Indonesia
Terjadinya PD II secara tidak langsung
berpengaruh terhadap kehidupan politik dan pergerakan kemerdekaan Indo
Pada tahun 1942 Jepang berhasil mengalahkan Belanda, maka posisi Belanda
Indonesia diambil alih oleh Jepang. Artinya Indonesia mulai dijajah oleh Jepang.
Masa pendudukan Jepang berjalan sekitar 3,5 tahun. Berbagai kebijakan Jepang di
Indonesia diarahkan untuk memperkuat kekuatan militer. Selain itu untuk ikut
mendukung kemenangannya dalam menghadapi Sekutu. Perang Dunia II juga
berpengaruh bagi In-donesia dalam mencapai kemerdekaan. Setelah Jepang kalah
menyerah kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945,
vacuum of power (kekosongan kekuasaan). Jepang sudah menyerah berarti tidak
mempunyai hak memerintah Indonesia, sementara Sekutu, saat itu belum datang.
Kondisi ini kemudian dimanfaatkan bangsa Indonesia untuk memproklamasikan
kemerdekaan.
II. PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA
A. Latar Belakang Pendudukan Jepang di Indonesia
Sejak zaman Restorasi Meiji (1868) Jepang tumbuh menjadi negara industri maju,
serta memperoleh kedudukan terkemuka di antara bangsa
Penduduk Jepang pun meningkat tajam seiring dengan kemakmuran dan kemajuan
ekonomi yang dicapainya. Pemerintah Jepang menyadari, bahwa dalam jangka
panjang, negerinya tidak akan mampu menampung pertambahan penduduk yang
terus meningkat. Oleh karena itu, Jepang berusaha me
dengan menempuh dua jalan, yaitu memperluas daerah industrialisasi dan
melakukan ekspansi wilayah. Untuk mendukung kegiatan industrinya, Jepang mulai
nusia an itu didirikan
ons hkan Indonesia dalam keadaan
bangsa-bangsa di dunia.
memecahkan permasalahan ini
Indonesia.mecahkan
Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia Ezry 2012
SMP Kelas IX Semester 1 Page 14
mengadakan serangan ke wilayah sekitar. Serangan itu, antara lain, dilakukan ke
Pulau Bonnie (1876) dan Kepulauan Riyukyu
(1879).
Pada tahun 1894-1895 Jepang terlibat
perang dengan Cina. Dalam perang itu,
Jepang berhasil mengalahkan Cina,
sehingga Cina terpaksa menandatangani
Perjanjian Shimonoseki. Berdasarkan
perjanjian itu, Jepang memperoleh Taiwan
dan Pesoadoras, dan Port Athur.
Pada tahun 1904-1905 Jepang terlibat
perang dengan Rusia. Dalam perang itu
Jepang berhasil mendapatkan kemenangan.
Melalui perang ini Jepang berhasil merebut Pulau Sachalin dari tangan Rusia (1905).
Pada tahun 1910 Jepang melakukan ekspansi ke Korea dan memasukkan ke dalam
wilayahnya. Dengan demikian seluruh wilayah Asia Timur berhasil dikuasai oleh
Jepang. Politik ekspansi (perluasan wilayah) dan imperialisme Jepang di Asia Pasifik
harus berhadapan dengan AS dan Negara-negara Barat. Oleh karena itu, Jepang
pun bertekad mengusir AS dan Bangsa-bangsa Barat lain dari kawasan Asia Pasifik.
Hal inilah yang menyulut terjadinya Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik.
Penyerbuan Jepang ke Asia Pasifik diawali dengan serangan secara tiba-tiba
terhadap pangkalan AL Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii pada tanggal 7
Desember 1941. Jepang menganggap pangkalan ini sebagai penghalang utama
jalan menguasai Asia Pasifik, di samping pusat pertahanan AS di Filipina.
Setelah berhasil menghancurkan Pearl Harbour, Jepang bergerak menuju
Hongkong yang saat itu diduduki tentara Gurkha dari Inggris. Pada tanggal 25
Desember 1941, Jepang berhasil menguasai Hongkong. Sasaran ekspansi Jepang
berikutnya adalah Malaysia yang merupakan daerah vital pertahanan sekutu Inggris.
Pada bulan Februari 1942 Jepang berhasil menguasai Malaysia.
Setelah menguasai Malaysia, Jepang melanjutkan serangannya ke Burma
(Myanmar). Pihak sekutu berupaya keras mempertahankan Burma, karena Burma
memiliki arti penting bagi pertahanan sekutu di Asia Tenggara. Namun, Burma
akhirnya juga berhasil di kuasai oleh Jepang. Dari Burma, Jepang bergerak ke
Filipina. Jepang tahu, bahwa Filipina merupakan pusat pertahanan sekutu yang
terpenting setelah Pearl Harbour. Oleh karena itu, sebelum menguasai Asia secara
luas, Jepang bertekad untuk menghancurkan kekuatan sekutu di Filipina.
Menghadapi gempuran dahsyat pasukan Jepang, Jenderal Mac Arthur yang
memimpin tentara sekutu, memerintahkan sisa kekuatan untuk mundur ke Australia
dan pada bulan Mei 1942, Jepang berhasil menguasai Filipina. Keberhasilan Jepang
menguasai Filipina makin melancarkan jalan dalam upayanya menguasai seluruh
Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
B. Kedatangan Jepang di Indonesia
Pada akhir tahun 1941 Indonesia masih dalam kekuasaan pemerintah Hindia
Belanda. Jepang memandang Indonesia sebagai daerah yang sangat
menguntungkan baginya. Di samping tanahnya yang subur, kandungan kekayaan
alam yang dimiliki Indonesia juga sangat banyak dan beraneka ragam. Jumlah
penduduknya yang besar pun
sangat baik untuk dimanfaatkan
dalam mencapai kemenangannya
dalam menghadapi Sekutu.
Pada bulan Januari 1942,
Jepang mulai melakukan
penyerbuan ke Indonesia melalui
jalur utara. Pada bulan itu pula,
dua kota minyak terpenting di
Kalimantan, yaitu Tarakan dan
Balikpapan berhasil mereka kuasai.
Dari Utara Jepang melanjutkan
serangannya ke Selatan untuk
menghancurkan armada
gabungan sekutu di Laut Jawa.
Usaha ini pun berjalan dengan
lancar. Benteng
pertahanan Sekutu di Laut
Jawa akhirnya berhasil
diruntuhkan.
Dengan hancurnya
benteng pertahanan
sekutu di Laut Jawa berarti
telah terbuka pintu bagi
Jepang untuk menaklukkan
pusat pertahanan sekutu di
Pulau Jawa. Adapun kekuatan sekutu di Jawa pada saat itu terdiri atas gabungan
pasukan Belanda, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia, di bawah komando Letnan
Jenderal H. Ter Poorten yang berkedudukan di Bandung.
Untuk menghancurkan kekuatan Sekutu, pada tanggal 1 Maret 1942, Letnan
Jenderal Hitosyi Imamura mendaratkan pasukannya di tiga tempat, yaitu di Teluk
Banten dan Eretan (Jawa Barat), serta di Kragan, Jawa Tengah. Dari tiga tempat
tersebut pasukan Jepang terus bergerak menuju sasaran-sasaran penting, misalnya
Bogor dan Jakarta yang berhasil dilakukan pada tanggal 5 Maret 1942. Untuk
merebut kota Bandung, terlebih dahulu Jepang merebut Subang dan Pangkalan
Udara Kali Jati. Dari dua tempat ini, Jepang terus bergerak melancarkan serangan ke
jantung pertahanan Belanda di Bandung dan di Pegunungan Priangan Jawa Barat.
Upaya ini berhasil dengan gemilang. Sisa-sisa kekuatan pasukan Belanda melarikan
diri ke Lembang.
Dengan jatuhnya jantung pertahanan Belanda ke tangan Jepang, berarti
berakhirlah pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia. Kekuasaan atas Indonesia
beralih ke tangan Jepang, Alih kekuasaan ini secara resmi berlangsung di Kalijati
pada tanggal 8 Maret 1942. Dalam acara serah terima tersebut, pihak Belanda
diwakili oleh Letnan Jenderal Ter Poorten, sedangkan Jepang diwakili oleh Letnan
Jenderal Hitosyi Imamura. Ketika datang di Indonesia, Jepang disambut hangat oleh
rakyat. Adapun sebab-sebabnya adalah sebagai berikut:

1. Jepang mempropagandakan akan
membebaskan bangsa Asia dari
cengkeraman bangsa Barat.
2. Jepang mengaku sebagai saudara tua
bangsa Indonesia.
Sikap masyarakat pedesaan Jawa juga
dipengaruhi oleh ramalan Jayabaya.
Raja Kediri itu meramalkan, bahwa akan
datang “wong kunthet kuning soko lor” (bangsa
kerdil berkulit kuning dari utara). Mereka
berkuasa hanya seumur jagung (singkat).
Sesudah itu Nusantara akan merdeka. Pemahaman yang demikian memberikan
harapan akan masa depan yang lebih baik. Rakyat Indonesia menyambut
kedatangan Jepang dengan harapan Jepang akan memberikan kedamaian dan
kemakmuran. Jepang dianggap sebagai pembebas penderitaan bangsa Indonesia.
Masa pendudukan Jepang berbeda dengan masa penjajahan Belanda. Pada
penjajahan Belanda pemerintahan dipegang oleh pemerintahan sipil. Sedangkan
masa Jepang dipimpin oleh militer. Dalam menjalankan pemerintahannya, Indonesia
dibagi dalam tiga wilayah kekuasaan militer.
1. Wilayah I, meliputi Pulau Jawa dan Madura diperintah oleh Tentara
keenambelas dengan pusatnya di Batavia (Jakarta).
2. Wilayah II meliputi daerah
Pulau Sumatra, diperintah
oleh tentara keduapuluh
lima dengan pusatnya di
Bukittinggi.
3. Wilayah III meliputi
Kalimantan, Sulawesi, Bali,
Nusa Tenggara, Timor,
Maluku diperintah oleh
Armada Selatan Kedua
dan berkedudukan di
Makassar (Ujungpandang).
C. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Jepang terhadap Pergerakan Kebangsaan
Indonesia
Pendudukan Jepang di Indonesia memengaruhi di berbagai bidang kehidupan,
yakni di bidang politik, ekonomi, militer, sosial budaya.
1. Bidang Politik
Pada masa awal pendudukan, Jepang menyebarkan propaganda yang
menarik. Sikap Jepang pada awalnya menunjukkan kelunakan, misalnya:
a. mengizinkan bendera Merah Putih dikibarkan di samping bendera Jepang,
b. melarang penggunaan bahasa Belanda,
c. mengizinkan penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari,
dan
d. mengizinkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Kebijakan Jepang yang lunak ternyata tidak
berjalan lama. Jenderal Imamura mengubah semua
kebijakannya. Kegiatan politik dilarang dan semua
organisasi politik yang ada dibubarkan. Sebagai
gantinya Jepang membentuk organisasi-organisasi
baru. Tentunya untuk kepentingan Jepang itu sendiri.
Organisasi-organisasi yang didirikan Jepang antara
lain Gerakan Tiga A, Putera, dan Jawa Hokokai.
a. Gerakan Tiga A
Gerakan Tiga A dibentuk pada bulan Maret 1942
dan diketuai oleh Mr. Syamsuddin. Gerakan Tiga A
terdiri dari Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung
Asia, dan Nippon Pemimpin Asia. Tujuan gerakan
ini adalah untuk menghimpun potensi bangsa guna kemakmuran bersama.
Ternyata Gerakan Tiga A tidak berumur lama karena dirasa kurang efektif oleh
Jepang sehingga dibubarkan, sebagai gantinya dibentuk Putera (Pusat
Tenaga Rakyat).
b. Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
Pada tanggal 1
Maret 1943
Jepang
membentuk
Putera. Gerakan
ini dipimpin oleh
tokoh empat
serangkai yaitu Ir.
Soekarno, Drs.
Moh. Hatta, Ki
Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur. Bagi para pemimpin Indonesia,
Putera bertujuan untuk mem-bangun dan menghidupkan segala apa yang
dirobohkan oleh imperialis Belanda. Sedangkan bagi Jepang, Putera
bertujuan untuk memusat- kan segala potensi masyarakat Indonesia dalam
rangka membantu usaha perangnya. Putera lebih bermanfaat bagi bangsa
Indonesia daripada bagi Jepang. Putera lebih mengarahkan perhatian rakyat
kepada kemerdekaan daripada kepada usaha perang pihak Jepang. Oleh
karena itu kemudian Jepang membentuk Jawa Hokokai (Himpunan
Kebaktian Jawa)
c. Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa)
Pada bulan Maret 1944 pemerintah Jepang membentuk Jawa Hokokai. Jawa
Hokokai dinyatakan sebagai organisasi resmi pemerintah sehingga pucuk
kepemimpinan langsung dipegang oleh Gunseikan. Himpunan ini mempunyai
tiga dasar yaitu mengorbankan diri, mempertebal persaudaraan, dan
melaksanakan sesuatu dengan bukti. Jawa Hokokai mempunyai tugas antara
lain mengerahkan rakyat untuk mengumpulkan padi, besi tua, pajak, dan
menanam jarak sebagai bahan baku pelumas untuk Jepang. Pada tanggal 5
September 1943 membentuk Cuo Sangi In (Badan Pertimbangan) atas
anjuran Perdana Menteri Hideki Tojo. Ketua Cuo Sangi In dipegang oleh Ir.

Soekarno. Tugas badan ini adalah mengajukan usul kepada pemerintah serta
menjawab pertanyaan pemerintah mengenai tindakan yang perlu dilakukan
oleh pemerintah militer.
2. Bidang Ekonomi
Pada jaman pendudukan Jepang kehidupan ekonomi rakyat sangat
menderita. Lemahnya ekonomi rakyat berawal dari sistem bumi hangus Hindia
Belanda ketika mengalami kekalahan dari Jepang pada bulan Maret 1942. Sejak
itulah kehidupan ekonomi menjadi lumpuh dan keadaan ekonomi berubah dari
ekonomi rakyat menjadi ekonomi perang.
Langkah pertama yang dilakukan Jepang adalah merehabilitasi prasarana
ekonomi seperti jembatan, alat-alat transportasi dan komunikasi. Selanjutnya
Jepang menyita seluruh kekayaan musuh dan dijadikan hak milik Jepang, seperti
perkebunan-perkebunan, bank-bank, pabrik-pabrik, perusahaan-perusahaan,
telekomunikasi dan lain-lain. Hal ini dilakukan karena pasukan Jepang dalam
melakukan serangan ke luar negaranya tidak membawa perbekalan makanan
Kebijakan ekonomi pemerintah pendudukan Jepang diprioritaskan untuk
kepentingan perang. Perkebunan kopi, teh dan tembakau yang dianggap
sebagai barang kenikmatan dan kurang bermanfaat bagi kepentingan perang
diganti dengan tanaman penghasil bahan makanan dan tanaman jarak untuk
pelumas. Pola ekonomi perang yang dilancarakan oleh Tokyo dilaksanakan
secara konsekuen dalam wilayah yang diduduki oleh angkatan perangnya.
Setiap lingkungan daerah harus melaksanakan autarki (berdiri di atas kaki
sendiri), yang disesuaikan dengan situasi perang. Jawa dibagi atas 17 lingkungan
autarki, Sumatra atas 3 lingkungan dan daerah Minseifu (daerah yang diperintah
Angkatan Laut Jepang) dibagi atas 3 lingkungan autarki. Karena dengan sistem
desentralisasi maka Jawa merupakan bagian daripada “Lingkungan
Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya” mempunyai dua tugas, yakni:
a. memenuhi kebutuhan sendiri untuk tetap bertahan,
b. mengusahakan produksi barang-barang untuk kepentingan perang.
Seluruh kekayaan alam Indonesia dimanfaatkan Jepang untuk biaya
perang. Bahan makanan dihimpun dari rakyat untuk persediaan prajurit Jepang
sehari-hari, bahkan juga untuk keperluan perang jangka panjang. Beberapa
tindakan Jepang dalam memeras sumber daya alam dengan cara-cara berikut
ini:
a. Petani wajib menyetorkan hasil panen
berupa padi dan jagung untuk
keperluan konsumsi militer Jepang. Hal ini
mengakibatkan rakyat menderita
kelaparan.
b. Penebangan hutan secara besarbesaran
untuk keperluan industri alat-alat
perang, misalnya kayu jati untuk
membuat tangkai senjata. Pemusnahan hutan ini mengakibatkan banjir dan
erosi yang sangat merugikan para petani. Di samping itu erosi dapat
mengurangi kesuburan tanah.
c. Perkebunan-perkebunan yang tidak ada kaitannya dengan keperluan
perang dimusnahkan, misalnya perkebunan tembakau di Sumatera.
Selanjutnya petani diwajibkan menanam pohon jarak karena biji jarak
dijadikan minyak pelumas mesin pesawat terbang. Akibatnya petani
kehilangan lahan pertanian dan kehilangan waktu mengerjakan sawah.
Sedangkan untuk perkebunan-perkebunan kina, tebu, dan karet tidak
dimusnahkan karena tanaman ini nbermanfaat untuk kepentingan perang.
d. Penyerahan ternak sapi, kerbau dan lain-lain bagi pemilik ternak. Kemudian
ternak dipotong secara besar-besaran untuk keperluan konsumsi tentara
Jepang. Hal ini mengakibatkan hewan-hewan berkurang padahal diperlukan
untuk pertanian, yakni untuk membajak. Dengan dua tugas inilah maka serta
kekayaan pulau Jawa menjadi korban dari sistem ekonomi perang
pemerintah pendudukan Jepang.
Cara yang ditempuh untuk
pengerahan tenaga Romusha ini dengan
bujukan, tetapi apabila tidak berhasil
dengan cara paksa. Untuk menarik simpati
penduduk, Jepang mengatakan bahwa
Romusha adalah pahlawan pekerja yang
dihormati atau prajurit ekonomi. Mereka
digambarkan sebagai orang yang sedang
menunaikan tugas sucinya untuk
memenangkan Perang Asia Timur Raya.
Sedangkan panitia pengerah Romusha
disebut Romukyokai. Di samping rakyat,
bagi para pamong praja dan pegawai
rendahan juga melakukan kerja bakti sukarela yang disebut Kinrohoshi.
Pemimpin-pemimpin Indonesia membantu pemerintah Jepang dalam kegiatan
Romusha ini. Bung Karno memberi contoh berkinrohonsi (kerja bakti), Bung Hatta
memimpin Badan Pembantu Prajurit Pekerja atau Romusha. Ali Sastroamijoyo, S.H.
mempelopori pembaktian barang-barang perhiasan rakyat untuk membantu
biaya perang Jepang.
Akibat dari Romusha ini jumlah pria di kampung-kampung semakin menipis,
banyak pekerjaan desa yang terbengkelai, ribuan rakyat tidak kembali lagi ke
kampungnya, karena mati atau dibunuh oleh Jepang. Coba bandingkan
dengan rodi pada jaman penjajahan Belanda!
Untuk mengawasi penduduk atas terlaksananya gerakan-gerakan Jepang
maka dibentuklah tonarigumi (rukun tetangga) sampai ke pelosok pelosok
pedesaan. Dengan demikian sumber daya manusia rakyat Indonesia khususnya
di Jawa dimanfaatkan secara kejam untuk kepentingan Jepang. Akibat dari
tekanan politik, ekonomi, sosial maupun kultural ini menjadikan mental bangsa
Indonesia mengalami ketakutan dan kecemasan.
3. Bidang Militer
Perang Asia Pasifik sudah meluas di Asia Tenggara dan Asia Timur serta
Pasifik. Untuk keperluan tersebut Jepang memerlukan bantuan tenaga dari
bangsa Indonesia. Untuk itu dibentuklah organisasi-organisasi militer maupun semi
militer berikut ini.
a. Syuinsintai atau Barisari Pelopor
Suisyintai (Barisan Pelopor) dibentuk pada tanggal 14 September 1944 dan
diresmikan pada tanggal 25 September 1944. Barisan ini merupakan bagian
dari Jawa Hokokai yang bertugas meningkatkan kesiapsiagaan rakyat. Yang
diserahi memimpin barisan ini adalah Ir.
Sukarno, dibantu Otto Iskandardinata, R.P.
Suroso, dan dr. Buntaran Martoatmojo.
b. Heiho atau Pembantu Prajurit Jepang
Heiho (pembantu polisi Jepang), dibentuk
pada bulan April 1943, beranggotakan oleh
para pemuda yang berusia 18-25 tahun dan
berpendidikan paling rendah sekolah dasar.
c. PETA (Pembela Tanah Air)
Peta dibentuk pada tanggal 3 Oktober
1943. Anggota Peta terdiri atas orang-orang
Indonesia yang dididik militer. Peta adalah
tentara Indonesia yang dididik oleh Jepang.
Tokoh-tokoh keluaran Peta yang terkenal,
antara lain Supriyadi, Jenderal Sudirman,
Jenderal Gatot Subroto, Jenderal Achmad
Yani, dan Jenderal Suharto (Presiden RI
kedua). PETA (merupakan pasukan tempur
dalam rangka mempertahankan tanah air.
d. Gakutotai (Seinendan Gakko)
Gakutotai (Seinendan Gakko)merupakan barisan pelajar pada sekolah
tinggi lanjutan.
e. Keibodan atau Barisan Pembantu Polisi
Keibodan (Barisan Pembantu Polisi),
dibentuk pada tanggal 29 April 1943,
beranggotakan para pemuda yang berusia
23-25 tahun. Barisan ini di Sumatra disebut
Bogodan, dan di Kalimantan disebut Borneo
Konen Hokokudan.
f. Seinendan atau Barisan Pemuda
Seinendan (barisan pemuda) dibentuk
pada tanggal 9 Maret 1943, beranggotakan
para pemuda yang berusia 14-22 tahun.
Tujuannya adalah melatih dan mendidik
para pemuda Indonesia agar mampu
menjaga dan mempertahankan tanah
airnya. Akan tetapi sebenarnya mereka
dipersiapkan untuk dikirim ke medan perang
menghadapi Sekutu.
g. Fujinkai atau Barisan Wanita
Fujinkai (Barisan Wanita) dibentuk pada
bulan Agustus 1943, beranggotakan para wanita yang berusia di atas 15
tahun.
4. Sosial Budaya
Pada jaman pendudukan Jepang media massa diawasi dengan ketat. Surat
kabar, radio, maupun majalah terbit tanpa izin istimewa akan tetapi selalu
diawasi oleh badan-badan sensor. Walaupun demikian surat kabar dan radio ikut
berfungsi menyebarluaskan perkembangan bahasa Indonesia. Lenyapnya
bahasa Belanda dari pergaulan sehari-hari memberikan peluang bagi
perkembangan bahasa Indonesia. Larangan pemakaian bahasa Belanda di
semua papan-papan iklan maupun papan nama dan diganti dengan bahasa
Indonesia dan bahasa Jepang. Pertumbuhan bahasa Indonesia yang tak dapat
dibendung mengakibatkan mau tak mau Jepang mengabulkan keinginan
bangsa Indonesia untuk mengangkat bahasa melalui pelaksanaan Sumpah
Pemuda tahun 1928.
D. Strategi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang
Dalam menghadapi penjajahan Jepang, para pejuang memiliki strategi yang
tidak sama. Ada dua macam golongan yaitu golongan kooperatif dan
nonkooperatif. Golongan kooperatif bersedia kerja sama dengan Jepang. Mereka
duduk dalam organisasi bentukan Jepang. Sedang golongan nonkooperatif adalah
golongan yang tidak mau bekerja sama dengan Jepang,
mereka membentuk organisasi bawah tanah. Berikut ini
kelompok bawah tanah pada masa Jepang:
1. Kelompok Syahrir
Pengikutnya adalah kaum terpelajar di berbagai kota
misalnya Jakarta, Surabaya, Cirebon, Garut,
Semarang, dan lainnya. Syahrir menentang Jepang
karena negara tersebut fasis. Mereka berjuang
dengan cara sembunyi-sembunyi, sehingga sering
disebut strategi gerakan bawah tanah.
2. Kelompok Amir Syarifuddin
Kelompok ini juga antifasis dan menolak kerja sama dengan Jepang. Ia sangat
keras mengritik Jepang sehingga tahun 1943 ditangkap kemudian dijatuhi
hukuman mati. Setelah Jepang menyerah dan Indonesia merdeka tahun 1945
serta bantuan dari Bung Karno, maka Amir bebas dari hukuman tersebut.
3. Golongan Persatuan Mahasiswa
Sebagian besar golongan ini berasal dari mahasiswa
kedokteran di Jakarta. Pengikutnya antara lain Jusuf
Kunto, Supeno, dan Subandrio. Golongan mahasiswa
yang anti terhadap Jepang, bekerja sama dengan
kelompok Syahrir.
4. Kelompok Sukarni
Anggota kelompok ini antara lain Adam Malik, Pandu
Wiguna, Chaerul Saleh, dan Maruto Nitimihardjo. Peran
dari kelompok Sukarni sangat besar pada waktu sekitar
proklamasi kemerdekaan.
5. Golongan Kaigu
Para anggotanya bekerja pada Angkatan Laut Jepang, tetapi secara terusmenerus
menggalang dan membina kemerdekaan. Beberapa anggota yang
tergabung dalam kelompok Kaigun antara lain Mr. Ahmad Subardjo, Mr.
Maramis, Dr. Samsi, dan Dr. Buntaran Martoatmodjo. Kelompok ini mendirikan
Asrama Indonesia Merdeka, dengan ketua Wikana.
6. Pemuda Menteng
Kelompok yang bermarkas di Gedung Menteng 31
Jakarta ini banyak yang menjadi pengikut Tan Malaka
dari Partai Murba. Tokoh utama dari Pemuda Menteng di
antaranya Adam Malik, Chaerul Saleh, dan Wikana.
Perjuangan yang bersifat kooperatif dilakukan oleh para
pemimpin bangsa. Mereka bersedia bekerja sama
dengan Jepang. Perjuangan yang kooperatif dilakukan
dengan bergabung dalam organisasi-organisasi bentukan
Jepang misalnya dalam Putera, Jawa Hokokai, Gerakan
Tiga A, dan Cuo Sangi In. Di samping itu juga duduk
dalam badan-badan pemerintahan Jepang.
E. Perlawanan Terhadap Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, kehidupan rakyat sangat menderita. Hal ini
disebabkan rakyat dipaksa menjadi romusha dan dibebani kewajiban menyerahkan
hasil panennya. Penderitaan yang dialami rakyat menyebabkan munculnya rasa
benci terhadap Jepang. Kebencian itu diperparah dengan kewajiban untuk
melakukan Seikerei ke arah Tokyo yang tidak dapat diterima. Akibatnya terjadi
perlawanan rakyat Indonesia terhadap kekejaman tentara Jepang. Perjuangan
yang bersifat kooperatif dilakukan oleh para pemimpin bangsa. Mereka bersedia
bekerja sama dengan Jepang. Perjuangan yang kooperatif dilakukan dengan
bergabung dalam organisasi-organisasi bentukan Jepang misalnya dalam Putera,
Jawa Hokokai, Gerakan Tiga A, dan Cuo Sangi In. Di samping itu juga duduk dalam
badan-badan pemerintahan Jepang. Pada masa pendudukan Jepang, para tokoh
bangsa yang tidak setuju bekerja sama dengan Jepang membentuk organisasiorganisasi
bawah tanah. Organisasi-organisasi tersebut berjuang demi kepentingan
rakyat. Sebagai pelajar, kalian tentunya juga memiliki organisasi di sekolah yaitu OSIS.
Apakah OSIS di sekolah kalian juga memperjuangkan aspirasi para siswa? Apakah
nilai-nilai yang dapat kalian teladani dari organisasi-organisasi bawah tanah yang
didirikan oleh para tokoh bangsa pada masa itu untuk mengembangkan organisasi
kalian?
1. Di Jawa Barat
a. Pada bulan Februari 1944 timbul perlawanan rakyat
Singaparna, dipimpin oleh Kyai Haji Zainal Mustofa.
Sebabnya adalah penolakan terhadap upacara
seikerei dan penderitaan rakyat akibat perlakuan
buruk Jepang.
b. Di Indramayu pada bulan April 1944, tepatnya desa
Kaplongan, Distrik Karangampel, rakyat bangkit
melawan tentara Jepang. Demikian juga tanggal 30 Juli 1944 terjadi perlawanan rakyat di desa Cidempet, Kecamatan Lohbener.
Penyebabnya tersebut adalah pengambilan padi secara paksa dan
pengerahan tenaga.
2. Di Aceh
a. Pada tanggal 10 No ember 1942 meletus perlawanan rakyat dipimpin oleh
Tengku Abdul Jalil dari Cot Plieng.
b. Di Jangka Buya terjadi perlawanan rakyat terhadap Jepang dipimpin
seorang Giyugun bernama Teuku Hamid.
Demikian juga di Pandrah, daerah Jenieb,
Kabupaten Bireueh.
3. Di Biak
Rakyat Biak, Irian Jaya melakukan
perlawanan terhadap tentara Jepang pada
tahun 1943.
4. Di Kalimantan Barat
Perlawanan rakyat terhadap Jepang
juga terjadi di Kalimantan Barat namun
mengalami kegagalan. Sebelum perlawanan
rakyat meluas, pihak Jepang telah
mengetahui karena telah menyusupkan mata-mata ke dalam organisasi
perlawanan rakyat tersebut.
5. Di Sulawesi Selatan
Perlawanan rakyat di Sulawesi Selatan terhadap pendudukan Jepang
dikenal dengan nama Peristiwa Unra, karena peristiwa tersebut terjadi di desa
Unra. Rakyat dipimpin Haji Temmale yang tidak dapat menahan lagi kemarahan
akibat kekejaman tentara Jepang melakukan perlawanan.
6. Pemberontakan PETA
Perlawanan yang paling besar
terhadap pendudukan Jepang dilakukan
oleh tentara PETA di Blitar, Jawa Timur tanggal
14 Februari 1945. Perlawanan ini dipimpin oleh
Supriyadi. Perlawanan ini disebabkan oleh
kekecewaan anggota PETA terhadap
Jepang akibat kekejaman Jepang yang
menyebabkan penderitaan rakyat, terutama
yang dijadikan romusha oleh Jepang.
F. Berbagai Perubahan Akibat Pendudukan Jepang
Pendudukan Jepang telah mengakibatkan berbagai perubahan pada
masyarakat pedesaan Indonesia, khususnya Jawa. Kebijakan-kebijakan Jepang
mengakibatkan terjadinya berbagai perubahan dalam kehidupan masyarakat.
Berikut ini beberapa perubahan yang terjadi akibat pendudukan Jepang di
Indonesia.
1. Aspek Politik Pemerintahan
Dalam bidang pemerintah terjadi perubahan dari pemerintahan sipil ke
pemerintahan militer, jabatan Gubernur Jenderal diganti dengan Panglima
Tentara Jepang. Untuk memperlancar proses eksploitasi di pedesaan dan
Gambar 2.18 Perlawanan rakyat
terhadap Jepang
Gambar 2.19 Pasukan PETA yang
melakukan pemberontakan di Blitar
Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia Ezry 2012
SMP Kelas IX Semester 1 Page 24
mengontrol rakyat, Jepang membentuk tonarigumi (Rukun Tetangga). Tujuannya
adalah untuk meningkatkan pengawasan terhadap penduduk. Akibat
dibentuknya tonarigumi, peran dan fungsi lembaga politik tradisional memudar.
2. Aspek Sosial Ekonomi
Pada masa Jepang, juga diberlakukan politik penyerahan padi secara
paksa. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi para tentara.
Akibat penyerahan padi itu antara
lain angka kematian meningkat,
tingkat kesehatan masyarakat
menurun, kelangkaan bahan pangan,
dan kesejahteraan sosial sangat
buruk. Mobilitas sosial masyarakat
cukup tinggi. Golongan pemuda,
pelajar, dan tokoh masyarakat
mengalami peningkatan status sosial.
Hal ini disebabkan mereka bergabung
dalam organisasi bentukan Jepang.
Selain itu juga duduk dalam
pemerintahan.
3. Aspek Mentalitas Masyarakat
Pulau Jawa memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak. Melihat hal
tersebut, Jepang memanfaatkannya sebagai tenaga kerja. Masyarakat
pedesaan dipaksa menjadi romusha. Para romusha harus membuat pabrik
senjata, benteng pertahanan, dan jalan. Mereka tidak hanya bekerja di
Indonesia tetapi juga dikirim ke luar negeri. Para romusha sangat menderita dan
tidak dapat upah dan makanan. Mereka masih menerima perlakuan yang kejam
dari Jepang. Hal ini menimbulkan ketakutan pada masyarakat yang harus
menyerahkan warganya untuk menjadi romusha.
Gambar 2.20 Akibat Romusha kesehatan rakyat
Indonesia memburuk
TUGAS!
Setelah berkuasa, pemerintahan Jepang melarang organisasi pergerakan nasional di
Indonesia dan mendirikan berbagai organisasi seperti gerakan 3 A, MIAI, dan Putera
untuk menarik simpati rakyat Indonesia guna mendukung Jepang pada Perang
Pasifik. Namun, organisasi tersebut dibubarkan karena dianggap mengobarkan rasa
nasionalisme Indonesia. Para pemimpin seperti Soekarno dan Hatta memanfaatkan
organisasi tersebut untuk mempersiapkan rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan.
Nilai-nilai positif apa yang terkandung dari sikap para pemimpin tersebut?
Renungkanlah dan tulis pendapat kamu dalam buku!
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d di depan jawaban yang tepat!
1. Terjadinya Perang Asia Timur Raya ditandai dengan ….
a. serbuan Jepang ke Hongkong dan Korea
b. serbuan Jepang ke Pearl Harbour
c. pembentukan Poros Berlin-Roma-Tokyo
d. pembentukan persekutuan ABDACOM
2. Berbagai fakta berikut yang bukan merupakan bukti bahwa negara fasis sangat
ekspansionis, yaitu ....
a. Italia menyerbu Abessinia pada tahun 1934
b. Jepang menyerbu Manchuria pada tahun 1935
c. Jerman menyerbu Polandia tahun 1939
d. Jerman, Italia, dan Jepang membentuk poros bersama
3. Partai NAZI akhirnya berhasil memenangkan pemilu di Jerman pada tahun …
a. 1928
b. 1930
c. 1929
d. 1931
4. Fasisme Italia berkeinginan menciptakan kejayaan Italia seperti yang pernah
dialami pada masa …
a. abad pertengahan
b. Romawi
c. Renaissance
d. Yunani Kuno
5. Di medan Pasifik, setelah berhasil menguasai Indonesia, gelombang serangan
Jepang diarahkan ke …
a. Filipina
b. Indo Cina
c. Malaya
d. Kep. Solomon
6. Pada tanggal 10 Mei 1940, tanpa pernyataan perang, Jerman menyerbu …
a. Rusia dan Yugoslavia
b. Belanda dan Belgia
c. Inggris dan Perancis
d. Yugoslavia dan Belanda
7. Dalam buku Mein Kampf Adolf Hitler mengajarkan bangsa Jerman merupakan
bangsa terhormat dan tertinggi derajatnya sehingga …
a. berhak menindas bangsa lain
b. berhak memerintah bangsa lain
c. harus dihormati bangsa lain
d. berhak bertindak apa pun demi kepentingan bersama
8. Meletusnya Perang Dunia II membuktikan bahwa LBB …
a. lebih memihak negara-negara fasis
b. dimanfaatkan negara-negara komunis
c. hanya memperhatikan masalah-masalah di Eropa
d. gagal menjalankan misinya
9. Piagam Atlantik (Atlantic Charter) merupakan hasil pertemuan antara…
a. Roosevelt dan Churchill
b. Woodrow Wilson dan Charles de Gaulle
c. Truman dan Stalin
d. Cecil Rhodes dan Wilson
10. Tokoh yang melakukan gerakan bawah tanah dengan cara menyusup dan
bekerja pada Barisan Propaganda Jepang adalah …
a. Sukarni dan Adam Malik
b. Sayuti Melik dan B.M. Diah
c. Moh. Yamin dan Chairul Shaleh
d. Sudiro dan Bachtiar Lubis
11. Fujinkai adalah organisasi bentukan Jepang yang anggotanya …
a. para pemuda berusia antara 20-25 tahun
b. para pemuda berusia antara 25-30 tahun
c. para wanita berusia di atas 15 tahun
d. para wanita berusia di atas 20 tahun
12. Kelompok bawah tanah yang melawan pemerintahan pendudukan Jepang
dalam lingkungan angkatan laut Jepang adalah kelompok yang dipimpin oleh

a. Ahmad Subarjo
b. Sukarni
c. Syarif Thayeb
d. Syahrir
13. Jepang memutuskan untuk menyerang pangkalan AL AS di Pearl Harbour karena

a. berambisi menaklukkan AS
b. sebagai batu loncatan untuk menyerang wilayah AS
c. Amerika dianggap penghalang cita-cita Jepang menguasai Asia
d. Amerika merupakan pesaing utama industri Jepang
Perang Dunia II dan Pengaruhnya Bagi Indonesia Ezry 2012
SMP Kelas IX Semester 1 Page 27
14. Yang bukan merupakan akibat adanya Perang Dunia II adalah …
a. lahirnya negara-negara baru
b. lahirnya PBB
c. meredanya ketegangan antara Blok Barat dan Blok Timur
d. terjadinya perang dingin
15. Perang Dunia II diawali oleh serangan Jerman ke ….
a. Uni Soviet
b. Inggris
c. Belanda
d. Polandia
16. Pihak-pihak yang berperang dalam perang dunia kedua adalah kelompok
negara negara poros dengan kelompok negara sekutu. Yang tidak termasuk
kelompok negara poros adalah ....
a. Jerman
b. Italia
c. Jepang
d. Perancis
17. Bala Tentara Jepang yang tergabung dalam angkatan laut disebut dengan ....
a. Rikugun
b. Kaigun
c. Heiho
d. Keibodan
18. Penandatangan penyerahan tanpa syarat tentara Belanda terhadap tentara
Jepang di Kalijati, dari pihak belanda diwakili oleh ....
a. Jendral Imamura
b. Jendral Ter Poorten
c. Van Mook
d. Van der Capelen
19. Organisasi bentukan Jepang yang digunakan untuk menghimpun kekuatan
rakyat Indonesia mendukung Jepang dalam Perang Asia Timur Rayan yang
didirikan pada tanggal 1 Maret 1943, dan dipimpin oleh empat serangkai adalah
....
a. Chuo Sangi In
b. Jawa Hokokai
c. Putera
d. Keibodan
20. Salah satu organisasi militer yang dibentuk oleh Jepang di Indonesia adalah ....
a. Seinendan
b. Fujinkai
c. Keibodan
d. Heiho

II. Lengkapi dengan jawaban yang tepat!
1. Perang Dunia II berlangsung pada tahun ....
2. Penyerbuan Jerman ke Polandia pada tanggal ... memicu Perang Dunia II.
3. Pasukan Jerman dalam Perang Dunia II dalam menyerang Afrika dipimpin oleh
....
4. Pada Perang Dunia II, kelompok negara-negara Sentral terdiri dari ....
5. Lambang kebesaran Jerman dalam memperluas wilayahnya dinamakan ....
6. Pada tanggal 8 Maret 1942, pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada
Jepang di ....
7. Organisasi bentukan Jepang sebagai pengganti gerakan Tiga A ialah ....
8. Tujuan Jepang membentuk Seinendan ialah ....
9. Perlawanan rakyat Aceh terhadap Jepang dipimpin oleh ....
10. Gerakan Tiga A dipimpin oleh....

Daftar Pustaka
Bambang TH & Rukidi. 2009. IPS Terpadu 9 (BSE). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
I Wayan, Legawa, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Sekolah Menengah Pertama (BSE). Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional
Ratna, Sukmayani, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial 3 (BSE). Jakarta: Departemen Pendidikan
Nasional
Sanusi, Fattah, dkk. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial (BSE). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional
Sutarto, dkk. 2008. IPS untuk SMP/MTS kelas IX (BSE). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar